Sistem Adat Melayu Rokan Hilir dalam Tradisi Menyemah Laut

Tradisi Warisan Leluhur Menyemah Laut, Rokan Hilir
Sumber :
  • https://rri.co.id/pekanbaru/budaya/2553984/menyemah-laut-warisan-adat-nelayan-rokan-hilir-yang-menjaga-harmoni-dengan-alam

Budaya, VIVA BaliSistem Adat terukir dari paham tradisi. Adat istiadat menjawab juga mengenai identitas budaya. Selain dikenakan dalam Upacara Adat atau Acara resmi kerajaan.

img_title Sistem Kayu Songga dalam Kebudayaan Mbojo

Adat istiadat memiliki filosofi adat yang tertuang sebelum dan saat tradisi dibuka. Filosofi adat berfungsi untuk memberi gambaran kekayaan alam dan kearifan lokal untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat.

Filosofi Adat juga bercerita mengenai gerakan dari alam selain jin, manusia, tumbuhan, dan binatang. Filosofi adat terukir di darat dan di laut melalui zona tertentu.

img_title Sistem Bahasa Halus di Provinsi Kalimantan Timur

Peran filosofi adat dalam kenduri laut menjadi sistem adat dalam struktur masyarakat tradisional.

Filosofi adat mengukir makna hasil profesi. Makna kearifan lokal juga mengandung unsur sejarah. Unsur sejarah ini ditemukan dalam Tradisi Menyemah Laut di Rokan Hilir, Provinsi Riau.

img_title Tenun Gringsing, Kain Sakral Bali yang Hanya Ada di Tiga Tempat di Dunia

Corak upacara ini adalah tradisi kenduri laut yang tidak dilaksanakan utamanya di daratan. Kearifan lokal dalam tradisi ini adalah identitas tradisi ini bergantung pada profesi masyarakat dan kekayaan laut.

Dijelaskan oleh Karlos (2026) Hingga kini, Menyemah Laut masih menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Rokan Hilir yang memiliki kehidupan yang sangat bergantung pada kekayaan laut.

Sistem Adat dalam Tradisi Menyemah Laut

Aturan adat Melayu Rokan Hilir dalam mengucap syukur atas keselamatan di laut dan evaluasi profesi tertuang dalam Tradisi Menyemah Laut Rokan Hilir. Tradisi ini dianalisis sudah ada sejak zaman Buddha dalam sejarah masyarakat dan Kabupaten Rokan Hilir.

Bukan masalah kapal kenduri yang menghiasi prosesi. Hukum Adat juga menjawab paham kehidupan yang memberi pelajaran hidup tentang berbuat baik dan cara menangkap ikan tanpa bahan beracun di laut maupun selat besar. Kejadian selamat dari badai laut dan kapal karam adalah syukur yang dinilai dalam Prosesi Menyemah Laut.

Diutarakan oleh Karlos (2026) “Pada masa lalu, para nelayan mempercayai bahwa laut bukan sekadar ruang mencari nafkah, tetapi juga memiliki kekuatan alam yang harus dihormati”.

Terjadi penyesuaian antara agama Islam dengan adat Melayu di Rokan Hilir melalui Prosesi Menyemah Laut.

Halaman Selanjutnya
img_title