Keunikan Budaya Kampung Kasur Pasir di Sumenep
- https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/kampung_kasur_pasir_legung
Wisata, VIVA Bali –Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, tersembunyi sebuah tradisi yang sangat unik dan menarik perhatian, yakni Kampung Kasur Pasir. Julukan ini diberikan karena hampir seluruh masyarakat di desa pesisir ini memiliki kebiasaan tidur dan beraktivitas sehari-hari beralaskan pasir yang mereka sebut sebagai "kasur pasir". Keunikan ini telah mengantar Desa Legung Timur menjadi salah satu Desa Wisata yang masuk dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kemenparekraf.
Tradisi Unik yang Melekat
Bagi masyarakat setempat, pasir memiliki makna filosofis yang mendalam. Masyarakat menganggap pasir sebagai simbol yang terikat erat dengan bumi, mengingat manusia dilahirkan dari bumi dan akan kembali ke bumi. Selain itu, kasur pasir juga dipercaya sebagai "tolak balak" atau penangkal hal-hal negatif.
Bagi masyarakat Legung Timur, kasur pasir bukan sekadar alas tidur, melainkan bagian dari kehidupan dan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bahkan, muncul semboyan populer di kalangan mereka, "ranjang dipajang, pasir digelar" yang menunjukkan betapa kuatnya kecintaan mereka terhadap tradisi ini. Di mana ranjang konvensional hanya dijadikan pajangan dan mereka tetap menghabiskan waktu di atas pasir.
Material yang digunakan tentu bukan pasir sembarang. Warga setempat biasanya mengambil pasir halus dan bersih dari tepi pantai terdekat, seperti Pantai Lombang. Bahkan kerap menggali hingga kedalaman tertentu untuk mendapatkan tekstur yang ideal. Pasir ini kemudian dihamparkan, baik di dalam kamar, ruang keluarga, dapur, bahkan hingga pekarangan rumah.
Manfaat dan Filosofi "Kasur Pasir"
Alasan utama masyarakat Legung Timur mempertahankan tradisi ini terletak pada berbagai manfaat yang mereka rasakan. Beberapa di antaranya adalah:
1. Kenyamanan Termal
Pasir diyakini memiliki kemampuan termal yang unik. Warga setempat merasakan bahwa tidur di atas pasir terasa sejuk dan adem saat cuaca panas. Namun akan terasa hangat saat cuaca dingin atau musim hujan. Kenyamanan alami ini sulit didapatkan dari kasur pegas atau busa biasa.
2. Kesehatan dan Terapi