Pasar Papringan Temanggung, Nostalgia Jawa Tempo Dulu

Caption: Keunikan Pasar Papringan
Sumber :
  • https://discoveryourindonesia.com/pasar-papringan/

Wisata, VIVA Bali –Pasar Papringan terletak di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bukanlah pasar tradisional biasa. Pasar Papringan adalah sebuah karya budaya, sosial, dan konservasi. Area ini berhasil menyulap area bekas pembuangan sampah seluas 2.500 meter persegi di bawah rerimbunan rumpun bambu atau yang dalam bahasa Jawa disebut papringan—menjadi destinasi wisata unik yang menawan.

Suasananya yang asri, sejuk, dan kental dengan nuansa "Jawa tempo dulu" menjadi magnet kuat yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Angin yang bertiup lembut menggoyangkan dedaunan bambu menciptakan orkestra alam yang menenangkan. Pasar Papringan hanya dibuka dua kali dalam sebulan, yaitu setiap Minggu Wage dan Minggu Pon dalam kalender pasaran Jawa, beroperasi terbatas dari pukul 06:00 hingga 12:00 WIB. Keterbatasan waktu buka inilah yang justru menambah kesan eksklusif dan kerinduan bagi para pengunjung untuk selalu kembali.

Keunikan Pasar Papringan

Keunikan Pasar Papringan yang paling mencolok dan menjadi ikon adalah sistem transaksinya. Di sini, pengunjung yang hendak berbelanja tidak menggunakan uang Rupiah secara langsung. Uang tunai harus ditukarkan terlebih dahulu dengan mata uang khusus yang disebut "uang keping bambu" atau uang pring. Satu keping uang pring ini umumnya bernilai Rp2.000.

Penggunaan alat tukar tradisional yang terbuat dari bambu ini merupakan upaya mendalam untuk menciptakan pengalaman bernostalgia yang otentik dan menghidupkan kearifan lokal. Ini adalah bagian dari filosofi yang digagas oleh inisiatornya, Singgih Susilo Kartono (dari Komunitas Spedagi) yakni "menghidupkan masa depan dalam masa lalu". Di mana unsur-unsur lokal yang hampir ditinggalkan diangkat kembali nilainya.

Pesona Kuliner dan Komitmen Konservasi

Pesona Pasar Papringan semakin tak terbantahkan dengan deretan sajian kuliner yang ditawarkan. Pasar ini adalah surga bagi pecinta makanan tradisional khas Temanggung yang kini sulit ditemukan di tempat lain. Berbagai jajanan pasar dan masakan rumahan otentik disajikan di sana, seperti:

- Makanan Berat dan Olahan: sega abang (nasi merah), sega jagung (nasi jagung), nasi megono, dan soto.