Mengenal Plankton Lewat Night Diving di Derawan
- https://yiari.or.id/dari-plankton-ke-predator-memahami-rantai-makanan-laut-untuk-jaga-kelestariannya/
Wisata, VIVA Bali –Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, dikenal karena pantai berpasir putih, air laut jernih, terumbu karang, dan beragam satwa laut. Namun, kehidupan perairan tidak berhenti ketika matahari terbenam. Malam hari membuka kesempatan untuk mengenal perilaku sejumlah organisme laut melalui kegiatan night diving atau menyelam malam.
Salah satu materi edukasi yang menarik ialah plankton, organisme kecil yang berperan penting dalam ekosistem laut. Melalui penjelasan pemandu selam, wisatawan dapat mempelajari hubungan plankton dengan ikan, karang, penyu, dan berbagai penghuni laut lainnya.
Kepulauan Derawan sebagai destinasi bahari dengan kekayaan terumbu karang dan satwa laut. Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban menjadi empat nama yang paling dikenal wisatawan.
Meski demikian, wisatawan perlu memahami bahwa tidak semua plankton dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak jenis plankton berukuran mikroskopis dan perlu diamati menggunakan alat khusus.
Apa itu plankton?
Plankton merupakan organisme yang hidup melayang atau terbawa arus air. Sebagian besar tidak mampu melawan arus secara kuat. Plankton terdiri atas kelompok yang beragam, mulai dari organisme mirip tumbuhan hingga hewan berukuran kecil.
Ada dua kelompok utama yang penting dipahami.
Fitoplankton adalah organisme yang melakukan fotosintesis. Organisme ini menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan bahan organik dan menjadi dasar banyak rantai makanan laut.
Zooplankton adalah plankton yang memperoleh energi dengan memakan organisme lain. Sebagiannya memakan fitoplankton, sedangkan sebagian lainnya memakan zooplankton yang lebih kecil.
Bahwa fitoplankton menjadi produsen utama dalam banyak ekosistem perairan. Zooplankton kemudian menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan laut.
Memahami rantai makanan laut
Rantai makanan menunjukkan perpindahan energi dari satu organisme ke organisme lain. Dalam ekosistem laut, proses ini dapat dimulai dari fitoplankton yang memanfaatkan energi matahari.
Fitoplankton dimakan zooplankton. Zooplankton kemudian dimakan ikan kecil atau hewan laut lainnya. Ikan kecil dapat menjadi mangsa ikan yang lebih besar. Pada akhirnya, energi mengalir ke berbagai tingkat konsumen, termasuk predator besar.
Hubungan di laut sebenarnya lebih rumit daripada satu rantai lurus. Satu jenis ikan dapat memakan beberapa jenis organisme, sedangkan satu jenis plankton dapat dimakan oleh beragam hewan. Karena itu, para ilmuwan menggunakan istilah jaring-jaring makanan untuk menjelaskan hubungan makan dan dimakan yang saling terhubung.