Jejak Roda Rantis Brimob Tercetak di Jaket Gojek Affan, Bukti Tragis Kematian Driver Ojol

Jejak roda rantis Brimob tercetak jelas di jaket Affan Kurniawan
Sumber :
  • https://www.tvonenews.com/berita/nasional/366231-jaket-koyak-hingga-celana-sepatu-lusuh-jadi-saksi-bisu-affan-kurniawan-dilindas-rantis-brimob?page=2#goog_rewarded

Jakarta, VIVA Bali –Jaket hijau Gojek milik Affan Kurniawan jadi saksi bisu, penuh sobekan dan jejak roda rantis Brimob yang merenggut nyawanya.

Peristiwa tewasnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan semakin menyesakkan dada. 

Bukan hanya karena nyawanya melayang di jalanan, tapi juga karena bukti tragis yang tertinggal.

Melansir dari tvonenews.com, jaket Gojek hijau miliknya ditemukan penuh bekas gesekan keras, dengan noda gelap dan sobekan yang diduga akibat roda kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas tubuhnya.

Jaket yang sehari-hari ia kenakan untuk mencari nafkah, celana panjang hitam yang robek di beberapa bagian, hingga sepatu putih lusuh yang nyaris terlepas dari solnya.

Semua itu dipamerkan keluarga di rumah duka, menambah pilu suasana. Jumat, 29 Agustus 2025.

Isak tangis pecah ketika sang ibu melihat jaket hijau penuh noda itu dikeluarkan dari kantong plastik. 

Dengan suara bergetar, ibunda berulang kali memanggil nama Affan.

“Ini bukan sekadar jaket, ini saksi terakhir anak saya,” ujar Zulkifli lirih, membuat suasana makin haru.

Tangisan semakin pecah ketika jenazah Affan hendak dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. 

Azan yang berkumandang menjadi lantunan terakhir bagi pemuda 26 tahun itu sebelum diturunkan ke liang lahat.

Ayah Affan, Zulkifli, tampak memerah matanya. Ia berdiri terpaku menatap tubuh putra yang sudah dibalut kain jarik cokelat. 

Sang ibu bahkan tak henti-hentinya memanggil nama anaknya dengan lirih, seolah enggan menerima kenyataan pahit yang baru saja menimpa keluarga kecil itu. 

Tragedi ini memicu gelombang duka dan kemarahan publik. 

Ribuan ojol sebelumnya ikut mengiringi pemakaman Affan, memberi penghormatan terakhir untuk rekan seprofesi yang gugur di jalanan saat bekerja.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan, dimana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta maaf secara terbuka dan berjanji mengusut tuntas serta memberi sanksi tegas kepada anggota Brimob yang terlibat.

Namun desakan publik kian menguat, banyak yang menilai peristiwa tragis ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan potret buram cara aparat mengawal aksi demonstrasi.